Segara Accident

Aku tahu bagaimana kamu membaca novel, dimulai dari membuka sampul depan, menelusuri judul kecil dalam daftar isi dan kemudian membacanya. Apalagi saat kamu menemukan kata-kata indah dalam novel itu, kamu begitu menikmatinya.

Tiap hari, notebook tidak pernah lupa. Semua itu untuk menunjang passionmu. Kamu akan malu jika tidak bisa menulis dan menyimpulkan dari apa yang di baca dan di dengar.
Kamu juga akan malu pada anak-anak kecil yang di dalam saku ibunya terselip kertas kecil.

Aku tahu bagaimana kamu membaca novel. Sampai pernah pada suatu ketika air minummu yang tertutup rapat itu tumpah dan mengenai bajumu serta menggenang bak segara. Lantaran kamu lupa menutup setelah minum.

Selain itu, kamu juga amat senang mengabadikan momen berharga bersama kedua orang sahabatmu yang bertubuh jangkung dan besar itu. Kamu senang sekali menjahili mereka. Saat itu kamu juga berpura-pura pusing dan ingin dibawa pulang ke rumah. Padahal jarak anatara rumah dan tempat dimana kamu mengerjai mereka cukup jauh. 

Aku tahu bagaimana kamu membaca puisi dan diary Misya, teman kecil kamu yang kini telah tiada karena penyakit telah menggerogotinya sedari kecil. Kamu juga bercerita bahwa Misya sudah seperti adikmu sendiri.

Aku tahu bagaimana kamu memerankan tokoh Sinta, sedangkan dua sahabatmu kau anggap sebagai anoman, si kera putih. Kau bermain dengan irama. Tiap lekukan tubuhmu mengandung sari yang tak kudapat dari yang lainnya.

Aku juga ingat masa dimana kamu dan aku serta dua orang sahabatmu itu menghilang dari peradaban, Kita merasa bising dari dilema negeri yang berlarut-larut, Kita pergi ke arah matahari terbenam sampai ketika masanya kita pulang, kembali ke rumah dan menyelesaikan tugas kuliah.

Kamu itu seperti pagi yang menyibakkan, yang meriakkan dan yang menenangkan.
Kamu itu seperti hujan yang meneduhkan, yang memberi rasa kangen
Kamu itu seperti kayu yang memberikan aroma sedap yang berbeda dengan lainnya meski beberapa orang akan mencoba merusakmu.

Aku tahu, kamu tahu dan dua sahabatmu itu tahu. Bagaimana kamu menyendiri di dasar pagi, siang dan malam. Sedang aku dan dua sahabatmu mulai jauh dari kesendirianmu.

Komentar

Postingan Populer