Pameran Budaya Bamiyan dan Borobudur


Candi Borobudur di Indonesia dan Lembah Bamiyan di Afghanistan adalah situs Warisan Dunia karena menyimpan nilai keagungan universal. Keduanya menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Indonesia dan masyarakat Afghanistan.
Pameran yang berlangsung selama 7 hari ini, sejak tanggal 10-16 Januari 2017 bertempat di Gallaeria Mall, Yogyakarta memamerkan gambaran nilai (value) dari dua situs besar dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Afghanistan pada dasarnya adalah untuk mendukung rekosiliasi dan rekontruksi perdamaian di Afghanistan dengan memperkuat kapasitas dalam interpretasi warisan dunia dan pengelolaan museum, sekaligus mendukung dialog lintas budaya antara Indonesia dan Afghanistan melalui penguatan kerjasama dalam bidang kebudayaan antara negara-negara Selatan. 

Selain itu, dalam pameran ini pengunjung seakan dibawa menuju lembah Bamiyan yang begitu indah dengan atmosfir batu-batuan yang dipahat membentuk patung-patung Budha dan hamparan hijau dari Borobudur yang membentang luas.

Adapun lima nilai yang berhubungan dengan Borobudur dan Lembah Bamiyan, yaitu nilai historis, nilai material, nilai pendidikan, nilai ekonomi dan nilai sosio spiritual. Berikut penjelasan mengenai kelima nilai tersebut.

1. Nilai Historis

Agama Budha menyebar di sepanjang Jalur Sutra dan Jalur Rempah, seperti halnya Islam dan agama-agama lain sesudah maupun sebelumnya. Para saudagar dan pendakwah berperan sebagai perantara budaya, membawa satu kebudayaan dari satu wilayah ke wilayah lain. Sembari bekerjasama dengan masyarakat dan penguasa setempat, para pendakwah dan pedagang ini merupakan penyebar agama Budha selama lebih dari seribu tahun, dari Bamiyan di barat hingga Borobudur di tenggara Asia.

2. Nilai Material

Candi Borobudur adalah salah satu bangunan Budha terbesar di dunia dan patung Budha Bamiyan adalah pahatan Budha yang terbesar. Keduanya merupakan mahakarya keindahan arsitektur dan kesenian. Seniman dan pengrajin yang menciptakannya telah menyumbangkan karya budaya unik yang tak tergantikan.

3. Nilai Pendidikan

Kunjungan ke berbagai candi, situs arkeologi dan museum membantu kita memahami warisan agama dan tradisi Budha. Situs-situsnya sendiri merupakan sumber penting bagi penelitian ilmiah. Situs-situs bersejarah adalah landasan yang kuat untuk memaknai pengetahuan yang dihasilkan, karena merupakan perpaduan sempurna antara rekreasi dan edukasi.

4. Nilai Ekonomi

Pariwisata adalah salah satu industri yang terbesar dan terpesat perkembangannya di dunia. Baik candi Borobudur di Indonesia maupun Lembah Bamiyan di Afghanistan adalah tujuan wisata yang harus dikunjungi bagi para pelancong yang berminat pada kebudayaan. Ini terbukti dari tingginya jumlah pengunjung Borobudur. Sementara itu, Lembah Bamiyan juga menyimpan potensi besar bagi pengembangan pariwisata di Afghanistan.

5. Nilai Sosio Spiritual

Festival Nowruz, Tahun Baru Persia, dirayakan di Lembah Bamiyan, Perayaan Musim Semi yang berusia 3.000 tahun ini dirayakan oleh lebuh dari 300 juta orang yang berasal dari Eropa Timur hingga Asia Tengah dan dinobatkan oleh PBB sebagai Hari Internasional atas kontribusinya pada perdamaian dan solidaritas.

Hari Waisak dapat dianggap sebagai hari paling suci dalam agama Budha, karena bertujuan memperingati tiga kejadian penting dalam hidup Budha, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya, yang dipercaya terjadi pada bulan Vaisakha dari penanggalan Hindu. Di Indonesia, tempat pelaksanaan utamanya adalah di Candi Borobudur.

Oke. Selamat menikmati dan selamat berakhir pekan. Cintailah budaya Indonesia.
Kunjungi, Lindungi, Lestarikan !!!

Komentar

Postingan Populer