Ingatan Lelaki Phobia
Teruntuk perempuan yang tak kusebut namanya.
Selamat atas hari di mana kamu bahagia untuk selama-lamanya.
Hari orang-orang yang bahagia diantara kebahagiaan.
Tuhan telah mengabulkan doamu, doanya, doa keluargamu.
Sungguh nikmat manakah yang kamu dustakan dari nikmat Tuhanmu?
Jika ingatanmu masih sama dari yang dulu,
sesaat orang-orang menertawakan dengan licik
sementara kita berusaha menata ingatan yang mulai rapuh
Ingatkah engkau pada seorang lelaki yang berjalan mundur?
Ingatkah engkau pada seorang lelaki yang berpikir maju?
Dia begitu setia menunggu hingga dia lupa nama-nama hari dalam seminggu
dia lupa nama-nama bulan dalam setahun. Mungkin karena lelaki itu berjalan mundur
Sah, kata pertama sebelum dan setelah pelaksanaan.
Cerita dua bulan lalu telah membuka kelopak bunga
menetaskan telur, dan mematangkan nasi.
Lelaki itu ingin melihat, mencium wangi ayumu, memuja dan memuji.
Tuhan telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.
Dia lah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan.
Ada laki-laki dan perempuan.
Lelaki pertama bernama Adam yang beristrikan Hawa.
Dua pasang anak kembar hadir bersamanya. Meski yang kutahu tak identik.
Bacalah dengan nama Tuhanmu.
"Perjalanan Ijen begitu melelahkan", kata seorang lelaki.
Mengerikan bukan?
Bagi lelaki yang tak dapat meraih mimpi Ijen, dia tak akan dapat merasakan perbandingan suhu,
Barangkali di juga tak dapat merasakan aroma serbuk belerang.
Lelaki itu bukan tidak punya nyali, melainkan dia [phobia].
Ah, entahlah.
Megeja nama lelaki itu tidak akan sampai pada akhirnya.
Akhir tak dapat dirasa,
karena akhir hanya akan lewat pada malam-malam terakhir
ketika bintang tak lagi berkedip, bulan tak berderang, awan tak berjalan,
dan udara tak bersiul.
Berhenti.
Jangan menerka-nerka.
Ini hanya cerita dari secarik tinta,
cerita pembuka di awal cerita dan
cerita penutup di akhir kata.
Gang Anggrek, 9 Maret 2018
Selamat atas hari di mana kamu bahagia untuk selama-lamanya.
Hari orang-orang yang bahagia diantara kebahagiaan.
Tuhan telah mengabulkan doamu, doanya, doa keluargamu.
Sungguh nikmat manakah yang kamu dustakan dari nikmat Tuhanmu?
Jika ingatanmu masih sama dari yang dulu,
sesaat orang-orang menertawakan dengan licik
sementara kita berusaha menata ingatan yang mulai rapuh
Ingatkah engkau pada seorang lelaki yang berjalan mundur?
Ingatkah engkau pada seorang lelaki yang berpikir maju?
Dia begitu setia menunggu hingga dia lupa nama-nama hari dalam seminggu
dia lupa nama-nama bulan dalam setahun. Mungkin karena lelaki itu berjalan mundur
Sah, kata pertama sebelum dan setelah pelaksanaan.
Cerita dua bulan lalu telah membuka kelopak bunga
menetaskan telur, dan mematangkan nasi.
Lelaki itu ingin melihat, mencium wangi ayumu, memuja dan memuji.
Tuhan telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.
Dia lah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan.
Ada laki-laki dan perempuan.
Lelaki pertama bernama Adam yang beristrikan Hawa.
Dua pasang anak kembar hadir bersamanya. Meski yang kutahu tak identik.
Bacalah dengan nama Tuhanmu.
"Perjalanan Ijen begitu melelahkan", kata seorang lelaki.
Mengerikan bukan?
Bagi lelaki yang tak dapat meraih mimpi Ijen, dia tak akan dapat merasakan perbandingan suhu,
Barangkali di juga tak dapat merasakan aroma serbuk belerang.
Lelaki itu bukan tidak punya nyali, melainkan dia [phobia].
Ah, entahlah.
Megeja nama lelaki itu tidak akan sampai pada akhirnya.
Akhir tak dapat dirasa,
karena akhir hanya akan lewat pada malam-malam terakhir
ketika bintang tak lagi berkedip, bulan tak berderang, awan tak berjalan,
dan udara tak bersiul.
Berhenti.
Jangan menerka-nerka.
Ini hanya cerita dari secarik tinta,
cerita pembuka di awal cerita dan
cerita penutup di akhir kata.
Gang Anggrek, 9 Maret 2018

Komentar