Paksakan Dirimu untuk Tahu

Apa kabar teman?
Sungguh engkaulah teman terbaikku.
Terima kasih telah mendoakan
di tiap sujud terakhirmu.
Tiada rasa bimbang meski bertemu terbilang jarang.
Jumat lalu engkau memaksakan diriku kembali pada-Nya. Pergi keluar kamar, mengambil wudhu, membasuh tangan hingga telapak kaki. Katamu, "Allah sedang memperhatikan hamba-hambaNya yang bersegera dan diam saja."
Selesai itu, kita kembali ke kamar, membuka gawai dan bercerita:
"Kau sudah tahu mana lawanmu?"
"Belum," kujawab polos.
"Setidaknya kau tahu lawanmu, mereka lah yang pandai beradu argumen, mengatakan terorisme adalah milik agamamu, menyindir agamamu dengan lelucon menyedihkan, dan mengusik keceriaan anak-anak yang bermain saat libur telah tiba."

Gang Anggrek, 23 Juli 2018

Komentar

Postingan Populer