Sepasang Mata dan Tubuh yang Merangkul (Bagian 1)

Han Suseno. Seorang muda berperawakan tinggi dan memiliki hidung bangir. Dia berjalan lemas setelah pulang dari rumah temannya. Selama berjalan itu, dia mendapati orang-orang hanya melihat dan sesekali berbisik pada lainnya. Dia mencoba bertahan pada kelemasan itu, tetapi orang-orang malah sibuk mencibirnya. Bahkan dia sempat tersungkur, orang-orang malah berucap syukur sambil sesekali berceloteh kegirangan.

Hari ini memang bukan hari keberuntungan. Setelah pulang dari rumah temannya, dia kesal dan memendam perih yang melebur ke hatinya. Dia benar-benar tidak diperhatikan. Dia merasa terpojokkan, sementara teman-temannya terus-terusan memanasi dirinya. Seorang teman berucap, "Nggak ada faedah kamu meniduri dia semalam."

Han merasa bingung, sesekali dia memukul meja. Berharap teman-temannya menyela dan meminta maaf padanya. Di sisi lain, teman-temannya terus berucap hal konyol pada diri Han sehingga membuat dirinya kesal dan memutuskan pulang ke rumah.

Pernyataan dari temannya itu memang aneh. Han merasa bingung dan dia kesal. Bukankah dia lah yang meniduri gadis muda berumur itu? Dia berpikir panjang, sambil menemukan celah bahwa dia tak ada dalam kejadian itu. Namun, lama kelamaan dia mulai menaruh hati pada gadis berambut panjang itu. Gadis itu memang terkesan cantik. Matanya bulat, wajahnya oval, dan kedua tangannya lembut, serupa kulit bayi umur 5 bulan. 

Sebenarnya, kejadian malam itu bermula saat Han dan ketiga temannya nongkrong di warung 88 dekat rumah Pak Agus, Ketua RT Kebon Dalam. Mereka memang sering menghabiskan malam minggu di warung itu. Selain dekat komplek perumahan, warung itu termasuk kategori legenda. Ada banyak kisah kasih dan selingan cerita makian orang tua.

Malam itu, mereka hanya memesan 4 gelas kopi hitam rendah gula, pisang coklat, dan segelas air putih. Obrolan malam itu hanya senang-senang saja. Namun, memasuki pukul 23.40, seorang gadis bercelana jeans dan berkaos putih memesan segelas teh hijau dan sepotong roti bakar isi coklat. Lalu, dia memilih tempat di pojok belakang dekat kolam ikan.


Bersambung ...

Komentar

Postingan Populer